14 July 2008
Semua Tentang DIA
meski kutahu itu bukan untukku
Aku hanya tak ingin dia terluka
meski aku terluka karenanya
Aku hanya ingin melihatnya
Bahagia...
Aku bukan satu-satunya manusia yang pernah kau cintai
Aku juga bukan satu-satunya yang pernah tersakiti olehmu
Namun hanyalah kamu satu-satunya yang kumiliki
Samarinda, 14 Juli 2008
Semua Tentang KAMU
Samarinda, 10 Juli 2008
Kukira engkau melupakanku sesaat demi apa yang menjadi impianmu
Kupikir engkau tak mengerti apa yang ada dalam kalbuku
Namun nyatanya memang engkau melupakanku tak mengertikanku
Apakah ini cinta..?
Apakah ini kesetiaan..?
Bukankah cinta dan kesetiaan itu bersanding abadi dalam kisah kasih?
Aku tak ingin egois dengan kisahku, aku tak mau menjadikanmu sedih
Aku hanya ingin kamu mengerti pengorbananku padamu, dan menghargainya
Harusnya aku menyadarinya
Jika kutahu ini akan berakhir menyakitkan
Jika kutahu ini akan memilukan
Penyesalan takan mengembalikan apa-apa
Hanyalah penyesalan yang membekas terpatri abadi tertoreh dalam di hatiku
Takkan pernah bisa ia lepas dari hatiku ini, sungguh menyakitkan
Arghh…..
Bangsat…!! Dasar jalang…!!
Aku terpedaya oleh penyesalanku
Aku Pengecut..!!
Aku hanya tak tahu…, kemana aku harus pergi…
Meninggalkan kenangan pahit
Meninggalkan kisah jemuku
Menghapus kenangan ini
24 June 2008
KETIKA
Ketika semua menjadi musnah
Ketika semua menjadi tiada
Aku tetaplah aku di sini
Menanti untuk Cintaku yang sejati
Takala di masa silamku kandas
Karena Cinta yang ku agungkan
Kunantikan Peri dalam jiwaku
Yang bersemayam dengan damai di hatiku
Samarinda, 24 Juni 2008
18 June 2008
TERNYATA....!!!
Menemani selalu kemana aku pergi
Meski harus lalui rintangan
Tak lelah engkau bersamaku
Tak sedikitpun mengeluh
Perhatianku begitu mulia
Meski juga engkau cemburu
Takala aku pergi dengan temanmu
Ada waktu engkau tak boleh ikut
Namun engkau setia menantiku lagi
Ada tempat mengharuskanmu untuk tinggal
Namun engkau tak pernah menyesal
ketika engkau tak mampu bersamaku lagi
aku sempat melirik yang lain
namun aku teringat betapa indah perjuanganmu
kucoba setia padamu
oh sendal bututku
sayang engkau hanyalah sebuah sendal...
Samarinda, 18 Juni 2008 10.00 WITA
OH WANITA.... WANITA.....
Datang...
Pergi,
Hadir...
Lenyap,
Ada...
Hilang,
Rasuk...
Muksa,
Manis...
Sepah.
Oh Wanita-wanita ku
Mengapa kau seperti itu?
Samarinda, 17 Juni 2008
WANITA-WANITA Ku 2
... dan
... lalu
... kemudian
... lantas
... terus
Itulah wanita-wanitaku tercipta
hanya bisa untukku
Samarinda, 17 Juni 2008
WANITA-ANITA KU 3
merana
meratap
bermimpi
berangan
mengharap
mengiba
LALU, LANTAS, KEMUDIAN, DAN, TERUS...???
APA M...A...U...M...M...U...???????
Wanita....Wanita ku
Samarinda, 17 Juni 2008
WANITA-WANITA KU 4
KAMU...
Datang merana dan pergi meratap,
hadir lalu bermimpi lenyap,
ada berangan kemudian hilang,
rasuk mengharap lantas muksa,
manis mengiba terus sepah.
Oh Wanita-wanita ku
Mengapa kau seperti itu?
Itulah wanita-wanitaku tercipta
hanya bisa untukku
Samarinda, 17 Juni 2008
UHHHHH....
Ada yang berubah...
Ada yang berubah....
Meski sakit terasa
Ada yang menangis...
Ada yang menangis...
Dalam buaian mimpi-mimpi
Ada yang mendendam...
Ada yang mendendam...
Dihamparan harapan
Ada yang tertunduk...
Ada yang tertunduk...
Dalam beku sang kalbu
Semua itu
ADA...
TIADA...
BERADA....
Samarinda, 16 Juni 2008
INGINKU
Ingin kuseka lagi
butiran airmata itu dik...
air mata yang mengalir hingga ujung bibirmu
mengkelukan lidah berkata
dan tatapan itu dik...
meringkukan perasaan bersalah padamu
helaian mahkota indah itu dik..
menutupi lentik bulu-bulu matamu
semua mengisyaratkan ketidakberdayaanmu
atas apa yang berlaku buatku padamu
Samarinda, 17 Juni 2008
KUMPULAN JUNI POEMKOE
Kuterbangun dari mimpiku
Kuterdiam di peraduanku
Kumerenung
lalu..
Kuteringat kamu
Ingin kukabarkan cerita dari langit kepadamu
Bersyukurlah dan bersujudlah kepadaNYA
dalam 2/3 malamNYA...
lalu biarkanlah bintang yang temaram bersinar dalam sunyinya sekitar
Ikut bersama syahdu suara munajatmu
Ijinkanlah aku bisa merasakan bersama doamu...
Samarinda, 1 Juni 2008
UJUNGKU
Pagi ini aku temui keceriaan di ujung bumi timurku
Sambutanya melengkapi perjalananku kali ini
Ucapkan Syukur tiada hentinya tertata di ujung bibirku
Ingin aku membagi semuanya denganmu
Samarinda, 4 Juni 2008
07:18:18
IJINKALAH
Tuhan...
Kini aku tundukan hati dan rasaku di malam sunyiMu
Kupanjatkan syukurku atas pemberianMU
dan..
Semoga selalu menyertaiku
Terima kasih Tuhan..
Engkau telah mempertemukan hatiku dengannya
Semoga tetap terjalin meski ada khilaf di hati
Engkau Maha Tahu
Ijinkanlah aku mengirimkan doa untuk kebaikanku dan kebaikanya
Agar kita tetap menjadi umat yang pandai bersyukur
Malam ini terasa syahdu, sepi, dan hening
Semoga apa yang telah kita jalani memberi arti
Untuk hidup kita.
MEMOAR HATI
Aku pernah mencintaimu di belahan waktu yang ada
Di dalam hatiku yang bergelimang keindahan
Inginku gapai lagi tak berbekas.. tak menjejak..
Aku ingin mencintaimu di sisi hatiku yang tertata,
terukir satu nama buatku
Tapi apa lacur....
Semua telah tergariskan nyata dalam hidupku
Samarinda, 6 Juni 2008
11:18:04
PUSH
Sejenak aku berfikir...
Bukankah jika kita telah berusaha
Lalu mengapa harus dipaksakan..?
Terlintas di hatiku hanya perasaan ikhlas dan sabar
Samarinda, 7 Juni 2008
12:49:38
ITU KU TAK BISA...
Tak Sanggupku menghapus bekas bibirnya di bibirku untuk dirimu...
Tak mudahku menghapus bayangnya dari fikiranku untuk bayangmu...
Karna itu...
Aku tak sanggup...
Tak mudah bagiku...
Maafkan aku...
Itu ku tak bisa...
Samarinda, 9 Juni 2008
13:25:25
DIA DATANG LAGI
Dia datang lagi..
memberiku perih yang tak terelakan
tak mampuku berbuat apa
tersumbatku merana
tak kuasaku menolaknya
ADA APA INI...!!!
Apakah iba datang dalam sedih
Ataukah Cinta yang masih tersisa
BIAS... SEMU...
Mengapa aku tak mampu menolaknya
Oh.. Andaikan aku bisa
Mungkin...
Arghhhh.....
Samarinda, 12 Juni 2008
28 March 2008
16 February 2008
Mengapa ?
Sedang Engkau menyimpan jawabnya
Mengapa ini terus menggangguku
Sedang engkau tak tau apa menungguku
Mengapa asaku tertuju padamu
Lantaran aku menginginkanmu
Namun Apa lacur...
Semua nyatanya seperti ini
To You Girl's
18 October 2007
MisUnderstanding
bimbangkan hati yang telah tertata
memikirkan ketidakpastian
merindukan jawaban
menanti kepastian
hasrat ini datang pergi bebas mengisi pikiranku
kesalahpahaman ini bukan keinginanku
aku cinta kamu, sayang kamu
setidaknya berikan jawaban ini tanpa ada kesalahpahaman
lagi....