Tahukah Kau..
Sebesar apa rasaku padamu..?
Sebesar apa asaku padamu..?
Sebesar apa rinduku padamu..?
Tahukah Kau....
Kurindu hadirmu di sampingku
Kurindu tawamu di telingaku
Ku rindu belaian kasihmu di hatiku
Tahukah Kau...
Ku sangat sayang dan cinta padamu
by : yenny Kurniati
Surabaya 27 Juni 2011 23:16:10 WIB
28 June 2011
27 June 2011
Yang Kutahu
Yang kutahu senyuman itu hanya untukku
Yang kutahu lirikan itu hanya untukku
Yang kutahu tatapan lembut itu hanya untukku
Yang kutahu cinta itu hanya untukku
Yang kutahu sayang itu hanya untukku
Dan tiada orang lain mendapatkan selain aku
Dan tiada orang lain berharap kecuali aku
Dan tiada orang lain mampu luluhkan selain aku
Dan tiada orang lain bisa berikan selain aku
Aku hanya inginkan apa yang aku inginkan
Aku hanya mau apa yang aku mau
Yang aku inginkan adalah kamu
Ya... hanya kamu
Bukan yang lain, dan yang kutahu kamu hanya untukku..
UnniQ
Our love is everlasting
Yang kutahu lirikan itu hanya untukku
Yang kutahu tatapan lembut itu hanya untukku
Yang kutahu cinta itu hanya untukku
Yang kutahu sayang itu hanya untukkuDan tiada orang lain mendapatkan selain aku
Dan tiada orang lain berharap kecuali aku
Dan tiada orang lain mampu luluhkan selain aku
Dan tiada orang lain bisa berikan selain aku
Aku hanya inginkan apa yang aku inginkan
Aku hanya mau apa yang aku mau
Yang aku inginkan adalah kamu
Ya... hanya kamu
Bukan yang lain, dan yang kutahu kamu hanya untukku..
UnniQ
Our love is everlasting
21 March 2011
19 October 2010
Hanya Satu...
Tahukah dirimu sungguh berarti untukku?
Takala jarak terentang begitu nyata
Hanya satu yang membuatnya bertahan
Hanya satu yang membuatnya dekat
Adalah cinta yang membuatnya demikian
Juga kasih sayang yang terasa
Bukanlah hasrat ingin menguasai dan memiliki semata
Namun berjalan beriringan dalam penyelarasan jiwa atas nama cinta
~UQ~
Takala jarak terentang begitu nyata
Hanya satu yang membuatnya bertahan
Hanya satu yang membuatnya dekat
Adalah cinta yang membuatnya demikian
Juga kasih sayang yang terasa
Bukanlah hasrat ingin menguasai dan memiliki semata
Namun berjalan beriringan dalam penyelarasan jiwa atas nama cinta
~UQ~
14 August 2010
Cara Mencintaimu
Untukmu Gadis Berkerudung Merah
~ UnniQ ~
Mencintaimu seperti memegang butiran pasir di tepi pantai
Semakin aku mengenggam erat semakin akan terbuang sia-sia bahkan berontak disela-sela yang ada
Jika membiarkannya apa adanya, aku masih kan tetap melihat dan merasakan butiran itu
Penantian panjangku telah berlabuh dalam do'a yang tak pernah putus tuk dekatkan ku pada takdirku
Mencintai dan mulai mencintaimu adalah pilihanku
Semoga Alloh senantiasa memberkahi tujuan cinta ini
Mencintaimu membuatku mengerti bahwa sesungguhnya rasa ini begitu mulia untuk disia-siakan
Mencintaimu adalah caraku bagaimana membuat kebahagiaan itu juga semakin indah
Rasa ini bukanlah rasaku yang kubuat semua buah do'a do'a selama ini kupupuk
Mencintaimu anugerah illahi, namun itu semua tak membatku berpaling dari penguasa cinta
Alloh san Maha Cinta Ar Rahhman Ar Rahhim
~ My LOVE to You is Everlasthing ~
21 July 2010
Demikan Juga Aku
Belajar dari pengalaman yang lalu
Bahwa dulu cinta bagiku sesungguhnya adalah hasrat untuk menguasai dan memiliki orang lain
Berharap bisa menguasai dan membuatnya tertunduk akan keinginanku
Tapi setelah semua berakhir ... apa yang aku dapat?
Tak ada yang bisa membuatnya berarti
Yang ada hanya penyesalan tak berujung
Namun saat ini aku harus pastikan dan temukan
Makna cinta sesungguhnya
Cinta bagiku saat ini adalah bagaimana kita bisa memahami
Bagaimana kita bisa saling menghargai, melindungi dan berbagi
Cinta yang kini aku agungkan adalah sari cinta yang dulu pernah aku emban
Aku mencinta bukan berarti aku menyerah untuk itu semua
Aku mencinta adalah kekuatan yang membuatku kuat
Aku mencinta bukan berarti aku lemah akan itu semua
Aku mencinta adalah sebuah anugerah yang maha sempurna
Kamu mempunyai cinta yang entah untuk siapa
Demikian juga aku
Aku mempunyai cinta untuk orang-orang yang tercinta
Bukan pada orang yang angkuh
Bukan pula dengan orang yang merasa dirinya gak pantas aku cintai
~UQ~
Bahwa dulu cinta bagiku sesungguhnya adalah hasrat untuk menguasai dan memiliki orang lain
Berharap bisa menguasai dan membuatnya tertunduk akan keinginanku
Tapi setelah semua berakhir ... apa yang aku dapat?
Tak ada yang bisa membuatnya berarti
Yang ada hanya penyesalan tak berujung
Namun saat ini aku harus pastikan dan temukan
Makna cinta sesungguhnya
Cinta bagiku saat ini adalah bagaimana kita bisa memahami
Bagaimana kita bisa saling menghargai, melindungi dan berbagi
Cinta yang kini aku agungkan adalah sari cinta yang dulu pernah aku emban
Aku mencinta bukan berarti aku menyerah untuk itu semua
Aku mencinta adalah kekuatan yang membuatku kuat
Aku mencinta bukan berarti aku lemah akan itu semua
Aku mencinta adalah sebuah anugerah yang maha sempurna
Kamu mempunyai cinta yang entah untuk siapa
Demikian juga aku
Aku mempunyai cinta untuk orang-orang yang tercinta
Bukan pada orang yang angkuh
Bukan pula dengan orang yang merasa dirinya gak pantas aku cintai
~UQ~
29 May 2010
19 May 2010
Damai..!
Tapak selangkah menyeret hampa
Bagikan nuansa liar di ujung pengharapan
Beriak berkejaran susuri tepi jaman
Menggugat peranan yang kian memudar
Damai bersama kau sesaat ada di bagian kalbuku
Bersenggama dengan ketidakpastian
Berharap harapan semu dan absurb
Menoreh kepiluan yang tak kunjung mereda
Damai bersama angin lenggangkan penghidupanku
Beriringan mengikuti kehendak penciumanku
Merasakan getir ketidakpuasanku
Padamu ia menghembuskan pilu
Damai Bersanding angin
Membawaku ke dalam lautan cinta
Merebak harum kuncup bunga
dan tiada bisa membuatnya terlupa
Damai dan Angin membawaku kembali pada realita
Samarinda, 19 Mei 2010
~UQ~
Bagikan nuansa liar di ujung pengharapan
Beriak berkejaran susuri tepi jaman
Menggugat peranan yang kian memudar
Damai bersama kau sesaat ada di bagian kalbuku
Bersenggama dengan ketidakpastian
Berharap harapan semu dan absurb
Menoreh kepiluan yang tak kunjung mereda
Damai bersama angin lenggangkan penghidupanku
Beriringan mengikuti kehendak penciumanku
Merasakan getir ketidakpuasanku
Padamu ia menghembuskan pilu
Damai Bersanding angin
Membawaku ke dalam lautan cinta
Merebak harum kuncup bunga
dan tiada bisa membuatnya terlupa
Damai dan Angin membawaku kembali pada realita
Samarinda, 19 Mei 2010
~UQ~
22 March 2010
Apatis - Kerumitanku
Pada saatnya aku kan mengerti bahwasanya semua akan menjadi jalan cerita yang tidak rumit dalam hidupku. Aku menginginkan kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagiku dan orang lain yang senantiasa setia padaku, pada kehidupanku saat ini. Aku mencoba berlari namun langkah selalu terhambat oleh kepentingan-kepentingan yang selalu merongrong hingga pembuluh darahku, menyumbat segala aliran-alran kenestapaan dan ketidakpastian di dalam hidupku. Bahwa aku mencoba benahi apa dan bagaimana langkah yang semestinya akan aku lalui, di situlah halangan rintangan dan kendala menjadi bekal sehari-hariku yang tiada henti selalu mencoba meruntuhkan segala harapan yang aku telah impikan jauh sebelum aku nikmati ruh ini.
Dan kemudian aliran ini begitu kuat untuk kumenentangnya , terlalu hebat untukku membuatnya terdiam dan terlalu bahaya membuatku terkapar tak berdaya dalam lautan noktah yang selalu menghiasi mimpi malam dingin yang membekukan otakku. Kuraskan jemari mengeras menggenggamkan serta menciutkan hati dan jantungku memasuki dan meremukan tulang belulang tepat dalam urat yang menghubungkanku pada dunia dan khayalan, kematian ini begitu dekat sehingga aku merasakan semua jauh lebih dalam dan tak terkira sebagaimana gambaran tangan itu kepada hatiku.
Bilah-bilah nipah telah menggoreskan suatu ayat kematian di tubuhku yang ringkih ini, membuatku ternoda hingga lalatpun dapat pasti mengerti siapa aku sebenarnya, dan bagaimana aku sebenarnya. Apakah menjadi rahasia selama ini aku pendam menjadikanku tak mengerti apakah aku harus membongkarnya ataukah kubiarkan saja ini mengalir hingga air liur ini telah habis tercium hembusan angin terbasuh oleh embun membasahi jiwa ragaku ini demi menyejukan langkah tiap langkah dalam tahta tak tertahtahkan dalam dogma kekuasaan yang Maha sempurna.
Uban putih memenuhi ruang jagad raya ilmu yang menganggungkan kuasaMU yang sempurna, tanpa sedikitpun lengah dari peradaban yang begitu cepat berubah, biarlah kutemui sisa-sisa ronggokan daging membusuk di sudut jalan yang sering aku lalu ketika tubuhku membungkuk menahan baban noda yang kuperbuat dalam kefanaan ini, menyeret kaki sebelah yang tak tahan menjadi rebutan kekuasaan sang lalat menjadikan santapan segar yang mengenyangkan sekaligus meringankanku akan beban ini.
Segala kerumitan yang aku rasakan di segelumit asa dalam kehidupan menjadikanku menuai sikap tak peduli dengan siapa aku berhadapan dengan apa aku menghadap, semua tak lebih hanya bayanganku sendiri yang menyaksikanku begitu sakit dan merintih menanti ajal yang sebentar lagi singgah padaku.
Nyanyian kerinduan adalah kosong…, menjadikan semua isi adalah hakikat diriku yang selalu menguatkan bahwa aku adalah hidup, aku adalah jiwa yang sangat merindukan semua menjadi sesuatu yang begitu sempurna.
Sang pujangga telah temui arti kerumitan dalam keapatisanya terhadap dunia. Menjadikan jiwanya menyerah pada kuasa yang tak bisa menjadikannya berkuasa atas kekuasaan abadi yang menguasai.
~UQ~
02 February 2010
Subscribe to:
Posts (Atom)
