14 August 2010
21 July 2010
Demikan Juga Aku
Belajar dari pengalaman yang lalu
Bahwa dulu cinta bagiku sesungguhnya adalah hasrat untuk menguasai dan memiliki orang lain
Berharap bisa menguasai dan membuatnya tertunduk akan keinginanku
Tapi setelah semua berakhir ... apa yang aku dapat?
Tak ada yang bisa membuatnya berarti
Yang ada hanya penyesalan tak berujung
Namun saat ini aku harus pastikan dan temukan
Makna cinta sesungguhnya
Cinta bagiku saat ini adalah bagaimana kita bisa memahami
Bagaimana kita bisa saling menghargai, melindungi dan berbagi
Cinta yang kini aku agungkan adalah sari cinta yang dulu pernah aku emban
Aku mencinta bukan berarti aku menyerah untuk itu semua
Aku mencinta adalah kekuatan yang membuatku kuat
Aku mencinta bukan berarti aku lemah akan itu semua
Aku mencinta adalah sebuah anugerah yang maha sempurna
Kamu mempunyai cinta yang entah untuk siapa
Demikian juga aku
Aku mempunyai cinta untuk orang-orang yang tercinta
Bukan pada orang yang angkuh
Bukan pula dengan orang yang merasa dirinya gak pantas aku cintai
~UQ~
Bahwa dulu cinta bagiku sesungguhnya adalah hasrat untuk menguasai dan memiliki orang lain
Berharap bisa menguasai dan membuatnya tertunduk akan keinginanku
Tapi setelah semua berakhir ... apa yang aku dapat?
Tak ada yang bisa membuatnya berarti
Yang ada hanya penyesalan tak berujung
Namun saat ini aku harus pastikan dan temukan
Makna cinta sesungguhnya
Cinta bagiku saat ini adalah bagaimana kita bisa memahami
Bagaimana kita bisa saling menghargai, melindungi dan berbagi
Cinta yang kini aku agungkan adalah sari cinta yang dulu pernah aku emban
Aku mencinta bukan berarti aku menyerah untuk itu semua
Aku mencinta adalah kekuatan yang membuatku kuat
Aku mencinta bukan berarti aku lemah akan itu semua
Aku mencinta adalah sebuah anugerah yang maha sempurna
Kamu mempunyai cinta yang entah untuk siapa
Demikian juga aku
Aku mempunyai cinta untuk orang-orang yang tercinta
Bukan pada orang yang angkuh
Bukan pula dengan orang yang merasa dirinya gak pantas aku cintai
~UQ~
29 May 2010
19 May 2010
Damai..!
Tapak selangkah menyeret hampa
Bagikan nuansa liar di ujung pengharapan
Beriak berkejaran susuri tepi jaman
Menggugat peranan yang kian memudar
Damai bersama kau sesaat ada di bagian kalbuku
Bersenggama dengan ketidakpastian
Berharap harapan semu dan absurb
Menoreh kepiluan yang tak kunjung mereda
Damai bersama angin lenggangkan penghidupanku
Beriringan mengikuti kehendak penciumanku
Merasakan getir ketidakpuasanku
Padamu ia menghembuskan pilu
Damai Bersanding angin
Membawaku ke dalam lautan cinta
Merebak harum kuncup bunga
dan tiada bisa membuatnya terlupa
Damai dan Angin membawaku kembali pada realita
Samarinda, 19 Mei 2010
~UQ~
Bagikan nuansa liar di ujung pengharapan
Beriak berkejaran susuri tepi jaman
Menggugat peranan yang kian memudar
Damai bersama kau sesaat ada di bagian kalbuku
Bersenggama dengan ketidakpastian
Berharap harapan semu dan absurb
Menoreh kepiluan yang tak kunjung mereda
Damai bersama angin lenggangkan penghidupanku
Beriringan mengikuti kehendak penciumanku
Merasakan getir ketidakpuasanku
Padamu ia menghembuskan pilu
Damai Bersanding angin
Membawaku ke dalam lautan cinta
Merebak harum kuncup bunga
dan tiada bisa membuatnya terlupa
Damai dan Angin membawaku kembali pada realita
Samarinda, 19 Mei 2010
~UQ~
22 March 2010
Apatis - Kerumitanku
Pada saatnya aku kan mengerti bahwasanya semua akan menjadi jalan cerita yang tidak rumit dalam hidupku. Aku menginginkan kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagiku dan orang lain yang senantiasa setia padaku, pada kehidupanku saat ini. Aku mencoba berlari namun langkah selalu terhambat oleh kepentingan-kepentingan yang selalu merongrong hingga pembuluh darahku, menyumbat segala aliran-alran kenestapaan dan ketidakpastian di dalam hidupku. Bahwa aku mencoba benahi apa dan bagaimana langkah yang semestinya akan aku lalui, di situlah halangan rintangan dan kendala menjadi bekal sehari-hariku yang tiada henti selalu mencoba meruntuhkan segala harapan yang aku telah impikan jauh sebelum aku nikmati ruh ini.
Dan kemudian aliran ini begitu kuat untuk kumenentangnya , terlalu hebat untukku membuatnya terdiam dan terlalu bahaya membuatku terkapar tak berdaya dalam lautan noktah yang selalu menghiasi mimpi malam dingin yang membekukan otakku. Kuraskan jemari mengeras menggenggamkan serta menciutkan hati dan jantungku memasuki dan meremukan tulang belulang tepat dalam urat yang menghubungkanku pada dunia dan khayalan, kematian ini begitu dekat sehingga aku merasakan semua jauh lebih dalam dan tak terkira sebagaimana gambaran tangan itu kepada hatiku.
Bilah-bilah nipah telah menggoreskan suatu ayat kematian di tubuhku yang ringkih ini, membuatku ternoda hingga lalatpun dapat pasti mengerti siapa aku sebenarnya, dan bagaimana aku sebenarnya. Apakah menjadi rahasia selama ini aku pendam menjadikanku tak mengerti apakah aku harus membongkarnya ataukah kubiarkan saja ini mengalir hingga air liur ini telah habis tercium hembusan angin terbasuh oleh embun membasahi jiwa ragaku ini demi menyejukan langkah tiap langkah dalam tahta tak tertahtahkan dalam dogma kekuasaan yang Maha sempurna.
Uban putih memenuhi ruang jagad raya ilmu yang menganggungkan kuasaMU yang sempurna, tanpa sedikitpun lengah dari peradaban yang begitu cepat berubah, biarlah kutemui sisa-sisa ronggokan daging membusuk di sudut jalan yang sering aku lalu ketika tubuhku membungkuk menahan baban noda yang kuperbuat dalam kefanaan ini, menyeret kaki sebelah yang tak tahan menjadi rebutan kekuasaan sang lalat menjadikan santapan segar yang mengenyangkan sekaligus meringankanku akan beban ini.
Segala kerumitan yang aku rasakan di segelumit asa dalam kehidupan menjadikanku menuai sikap tak peduli dengan siapa aku berhadapan dengan apa aku menghadap, semua tak lebih hanya bayanganku sendiri yang menyaksikanku begitu sakit dan merintih menanti ajal yang sebentar lagi singgah padaku.
Nyanyian kerinduan adalah kosong…, menjadikan semua isi adalah hakikat diriku yang selalu menguatkan bahwa aku adalah hidup, aku adalah jiwa yang sangat merindukan semua menjadi sesuatu yang begitu sempurna.
Sang pujangga telah temui arti kerumitan dalam keapatisanya terhadap dunia. Menjadikan jiwanya menyerah pada kuasa yang tak bisa menjadikannya berkuasa atas kekuasaan abadi yang menguasai.
~UQ~
02 February 2010
14 January 2010
SEBUAH NEGERI DONGENG Part 2
Part 2 PERJUANGAN
Mimbar mimbar pagi yang terlarang sering kuikuti mendengarkan keluhan dan penggalangan kekuatan tertutup mencari strategi terbaik untuk memberontak, ku hanya mendengar dan terdiam, dalam hati ingin sekali mengingatkan mereka bahwa selama belum ada pijakan yang jelas dan menjanjikan, jangan pernah melompat sungai meski lebarnya hanya satu lengan.., penggalangan kekuatan seperti ini hanya kupikir membuang tenaga, namun jika ini berawal untuk menyatukan misi mungkin ini adalah cara yang terbaik.
Karena wakil penguasa tertunduk lesu menikmati warta yang entah dia mengerti atau tidak, selepasnya akan pulas dalam pelukan lonte paras cantik dalam angannya..., mendekam ia sepanjang hari dalam sekat sekat kenikmatan yang entah apakah disana juga menyediakan kenikmatan yang sesekali tidak pernah kami melihatnya, ingin aku membuka kedok permainan penjilat yang hidupnya hanya menyampaikan apa yang ia tidak sukai meski itu bukan karena budak budaknya… apa yang kuharapkan adalah mahal harga yang kutebus demi berjuang sama seperti kawan kawanku lainnya, namun ini dengan caraku, sesekali ia akan merasakan pembalasanku yang teramat pedih, meski kumasih samar merasakan tusukannya di punggungku kala itu.
Perjuangan ini tak berhenti dalam mimbar mimbar pagi yang menurutnya menyesatkan jiwa.., perjuangan ini kita rangkai bab demi bab, halaman demi halaman hingga terbentuk dalam satu kitab panduan jika ada budak yang terdampar di negeri dongeng ini.
Dengan keteguhan hati yang telah siap untuk menemui satu keinginan berontak, maka tidak sesekali hal itu dapat mengampuni perilaku yang diperbuat olehnya. Perjuangan ini baru akan dimulai dikala sang penguasa lengah dengan usia dan kemunduran mengingat sebuah angka, dan hanya dengan amarah serta keweangan ia bisa bertahan diterpa gelombang ketidakpuasan kami. Biduk biduk sarat muatan berkeliaran tepat di mata kami, yang hanya bisa menyaksikan batapa besar negeri ini teraniaya oleh para penguasa yang serakah akan kekuasaan dan tabiat yang tak bisa lepas jika sebuah keuntungan berpihak padanya.
Andai semua bisa kita juga menikmatinya, mungkin akan jauh lebih berarti dan bermakna.Mentari beranjak menua di ujung hariku, mimbar pagi yang selalu kuikuti tak lagi menggelar jajanan harapan dan keinginan yang terparti dalam relung jiwa mereka, ada apa ini? Kutelusuri nyatanya bukan tiada berada mimbar-mimbar terlarang itu di sudut bangunan reot yang rubuh jika tertepa gelombang air pasang , mimbar ini telah menemukan tempat yang terbaik di hatinya, adanya tepat di mana aku berpijak dan berusaha sampai mentari enggan menyapaku lagi.
Hem… lagi lagi hanya wacana dan keluhan yang terdengar dari mimbar terlarang mereka, kucoba memasuki dan mendoktrin bahwasannya kekuatan sesungguhnya adalah pada diri kita sendiri bukan dengan keluhan yang kan semakin melemahkan kita. Mereka yang mula menganggapku anak kemarin sore mendengarku dengan seksama…, “apa yang pantas kau berikan pada kami hai manusia kemaren sore?” tanya mereka, aku menjawab tidaklah kalian datang terpisah-pisah dan disatukan dalam mimbar ini? Hendaknya kalian menyadari sesungguhnya kita adalah ujung tombak mereka yang terpulas di singgasananya yang megah, bukannya kita datang untuk melayani dan memberikan pundi berharga buat mereka?
Apakah kalian tersia-siakan takala apa yang kalian terima tidak memuaskan kalian?, jika ya maka berbuatlah sebaliknya agar semua penguasa negeri dongen ini mengerti bahwa kita juga bisa menggulingkan mereka, dengan membuat semua menjadi absurb, mambuat kebococran-kebocoran muara-muara yang alirannya tiada berhenti.
Apakah kalian menyadari akan kemampuan kalian , yang mungkin bisa membahayakan kedudukan mereka, kita hanya perlu perjuangan , niat dan tindakan, apakah kalian siap untuk akibat yang ditimbulkan atas perjuangan kalian itu, jika ya aku akan menjadi yang terdepan memimpin kalian, kita tunjukan siapa yang sebenarnya penguasa,perjuangan kita mulai.
To be Continued Part 3 Pengkhianatan
SEBUAH NEGERI DONGENG Part 1
Part 1 Mulanya….
Terdampar aku di sebuah negeri penuh harapan dan keinginan, mula bertemupun tak disengaja dari sebuah jalinan persekutuan yang tak lepas dari pundi-pundi harta demi sebuah tujuan.
Berpeluh mendapatkan suatu karya nyata dalam sebuah induk yang bergerak dalam merusak alam yang kian terpuruk oleh tangan-tangan jahil manusia yang sengaja mengacaukan keseimbangan alam yang telah tertata rapi dan selaras.
Harta yang dihasilkan dari kegiatan itu melebihi jumlah jari jemari yang melekat pada tanganku… hem begitu rakusnya hasrat insan ini bathinku.Tiga windu kuarungi samudera kenikmatan di bumi hijauku bergelut dengan kecanggihan otak menerjemahkan perilaku manusia dalam negeri ini, apa yang kudapat memanglah berlebih dibandingkan ku ketika arungi sungai kecil yang deras dengan aliran aliran harta yang entah bermuara kemana…
Bersyukurlah aku temuai sungai besar di negeri dongeng ini yang menyimpan sejuta harapan dan keinginan demi terlahirnya kembali hasrat memiliki pundi berlebih, namun seiring dengan berjalannya waktu dan hari sepertinya aku hanya berjalan tak lebih satu depa dari aku berpijak…, untuk waktu selama itukah aku hanya melangkah sedepa? bagaimana dengan budak-budak lainnya yang melebihi orbitku di negeri ini? adakalanya suaraku dan mereka tersumbat oleh lembaran-lembaran yang akan habis untuk melonte..
Harapan yang dulu pernah aku sampaikan pada dunia langit seakan terpupus oleh keserakahan penguasa firaun modern pemburu benda mulia yang sama sekali tak pernah menyentuh hati perasaanku dan mereka. Entah sampai kapan aku bergelut dengan dilema ketidakpastian ini, pernah aku berlari sejauh aku mampu, namun aku hanya bisa berpeluh tanpa bergerak sedikitpun lantaran kaki terjerat oleh perjanjian syaitan yang bisa meruntuhkan dinasti kejayaan yang telah terintis dari mula.
Memasuki negeri dongeng tersuguhkan keindahan dan kehebatan sebuah kekuasaan yang berbalut kepalsuan dan kenistaan orang orang munafik, sampai aku menemukan hati yang samapun merasakan hal demikian. Mereka mengajaku menikmati dunia lain yang lebih nyata dari negeri dongeng ini.
Kucoba mengikuti arus yang ada ya semua terpaku hanya pada satu pesan, jangan melangkah jika kau tak punya pijakan, manfaatkan semua demi kamu meski kau tau itu tak baik untukmu. Mengingat pesan leluhurku akan semua itu untuk memikirkan entah untuk yang keberapa kalinya…Aku manfaatin aliran peluhku untuk menambah sinar sinar yang mencerahkan pikiran dan perjuanganku mendapatkan kepastian dalam mengejar apa yang jadi keinginanku lama yang tertunda hanya karena harta.
Enam bulan pertama yang sarat dengan ketidakpastian hati apakah kusanggup hadapi ini semua dalam tigapuluh bulan kedepan.. huhh nyatanya aku harus paksakan semua, meski penjajahan belum dan tak pernah berhenti mendoktrin bahwa kamu tak bisa apa-apa tanpaku…
Kusempurnakan ilmuku berharap dengan itu semua aku kan dapatkan yang terbaik, keluhan yang sering terdengar dari mimbar-mimbar terlarang yang kuikuti tak menciutkan hatiku untuk merongrong dari dalam negeri dongeng ini. Pernah aku mendengar budak yang terangkat martabat karena keloyalitasannya dan kemampuan dalam semua hal, menjadi bumerang bagi dia sendiri lantaran sang penguasa menguasai semua yang ada dalam hidupnya, seakan matipun penguasa yang menentukan.
Prihatin atas ketidakadilan yang menimpa kawan seperjuanganku , hati bergolak memberontak melawan kezaliman ini, namun sekali lagi semua tertahan oleh dogma yang entah sampai kapan masa itu berakhir di negeri dongeng ini, hati kecilku ingin sekali melawan, meski tenaga ku tak mampu melawan pasukan pasukan penguasa negeri dongeng ini yang semua bermuka dua dan penjilat.., tiap sudut bicara dan tingkah laku yang pernah aku sampaikan terang terangan, manjadi bola panas yang aku telan mentah mentah, bertambah juga mandor yang mengawasiku yang hanya punya satu pemikiran agar aman dirinya sendiri dia tega mengorbankan budak budak yang dikuasainya.
Kupernah terlena olehnya karena penampilan yang Don Juan yang membuatku ingin mendapatkan lebih jika ada dukungannya, namun apa nyana yang kudapat, hanya tikaman belakang yang susah untuk kumencabutnya, malu atas prilakuku yang tak pernah aku lakukan, hanya bermodal mulut singa yang kelaparan haus pujaan, dia rela menikamku meski kutahu dialah orang kanan penguasa negeri dongeng.
Dilema ini membuatku mengerti arti harta kekuasaan dan intrik yang semua berujung pada kemunafikan. Mengapa aku tak berlari saja? Seperti apa kemampuanku berlari, aku bukan pengecut yang dengan meninggalkan semua masalah, tidak!!, aku akan berjuang menggrogoti dari dalam menggalang kekuatan untuk menyelamatkan peradaban ini. Aku yakin penindasan ini bisa berakhir indah jika orang orang bermuka dua enyah dari komunitas, karena duri itu menancap meski kita hanya merasakan seperti tertusuk binatang terbang malam. To Be continued…. Part 2 Perjuangan….
17 September 2008
Jika kesempatan itu ada
Tak banyak kata-kata terindah yang terucap dariku
Aku hanya ingin mengungkapkannya sekali saja
Bahwa aku tak bisa….
Bahwa cintamu itu bukan untukku
Bahwa aku takan bisa pantas untukkmu
Bahwa aku hanya bisa mengaggumimu tanpa memilikimu
Kusadari memang bukan mudah untukku mengungkapkannya
Aku hanya bisa mengaggumimu dik….
Dan kesempatan itu ada namun jika sebaliknya apakah bisa?
Kuharap engkau mengerti…
Kuharap engkau pahami…
Jika kesempatan itu ada..
Samarinda,17 September 2008
27 August 2008
Semua Tentang……,,
Bintang Hatiku
Sebuah melodi tercipta yang mengairahakan hidup dan penghidupan
Yang menjadikan kenangan terindah terbayang dan menciptakan keindahannya
Dan ini semua terjadi tanpa tersadari olehku olehnya
Semua demi Bintang di Hatiku
Pahamilah…..
Aku mungkin kini tlah berubah
menjadi sperti yang kau inginkan
karna kutahu kau mengharapkan
Kesetiaan…..
Yang sekian lama terabaikan
Diriku tlah membuat kecewa kan hatimu
Dan kaupun terluka
Maafkanlah aku semua salahku
Telah menduakan cintamu
Kini kusadari kau sungguh berarti
Disetiap langkahku karna kau Bintang Hatiku
Mengertilah…..
Keadaan ini sewajarnya
Tak harus buat kita terpisah
Kan menjadi lembaran kenangan
Sepatutnya….
Kuawali semua ini dengan
Menyerahkan hatiku abikat
Tuk menebus sebuah kesalahan
Maafkanlah aku semua salahku
Telah menduakan cintamu
Kini kusadari kau sungguh berarti
Disetiap langkahku karna kau Bintang Hatiku
Terbukalah hatimu Untuk menerimaku
mengharapkan dan tak hentinya kumemohon
Maafkanlah aku semua salahku
Telah menduakan cintamu
Kini kusadari kau sungguh berarti
Disetiap langkahku karna kau Bintang Hatiku
Semua tercipta terlantun indah oleh merpati Band…., iya ini semua tentang Bintang Hatiku
Indahnya Hubungan Tanpa Status
Tak kupingkiri memang beginilah aku apa adanya
Hubungan ini terlalu indah untukku….
Ternyata harus kuakui
Berat menjalani cinta tak pasti
Membagi ikatan yang kurasa
Rela terjalin tanpa status semata
Lelah kian menghimpit hati
Tak semestinya menggoreskan perih
Sekian lama aku bertahan
Salahkah aku bila menuntut kepastianmu?
Sepatutnya aku sadari
Tak mungkin aku memilikimu
Karena sesungguhnya ikatan yang telah kita spakati
Tuk Membuat hatiku yang terluka
Semakin kutak kuasa untuk mengakhirinya
Tak berartikah semua ini
Kumemberi yang terbaik untukmu
Meski terkadang kubertanya
Dalam hatimu pernahkah kau merasa bahagia?
Sekiranya kutakan bisa
Berikan kepastian untukmu
Biar keadaan ini berjalan seperti adanya
Tuk memaksa hatimu tak berdaya
Menjalani Hubungan Tanpa Status Semata
Terbuang waktu yang bergulir diantara kita
Mungkinkan terluluhkan hati oleh ketulusan cintamu
Dan meyakiniku…….
Sepatutnya aku sadari
Tak mungkin aku memilikimu
Karena sesungguhnya ikatan yang telah kita spakati
Tuk Membuat hatiku yang terluka
Semakin kutak kuasa untuk mengakhirinya
Sekiranya kutakan bisa
Berikan kepastian untukmu
Biar keadaan ini berjalan seperti adanya
Tuk memaksa hatimu tak berdaya
Menjalani Hubungan Tanpa Status Semata
Takkan pernah menyesal menjalani hubungan tanpa status denganmu
Sesungguhnyapun merpati band tetaplah menjadi inspirasiku…….
Ku Minta Kau Mendua
Sebuah karya yang membuat hatiku terbuka bahwasanya cinta bukan sekadar memilki, namun tak lebih berbagi meski menyakitkan bagi kita.
Hatiku yang merasakan kejenuhan ini
Saat kutak mampu tuk membuatmu bahagia
Pikir ku yang tak wajar mengharapkan dirimu
Berbagi cinta dengan yang lain
Tak mengapa mungkin hatikan terima
Bukanya ku tak lagi mencintai dirimu
Hanya saja yang kurasa begini adanya
Sekian lama kau bertahan meski kuabaikan
Biar kau cari cinta yang lain
Usah kau risaukan hatikukan rela
Tuk melepaskanmu
Namun tak selamanya
Hanya sesaat saja
Saat kutak membuatmu bahagia
Andaikan nanti kuingin kau kembali
Telah kusiapkan hatiku memilikimu seutuhnya
Kuhanya kuminta kau mendua
Bukanyaku tak lagi mencintai dirimu
Hanya saja yang kurasa begini adanya
Sekian lama kau bertahan meski kuabaikan
Biar kau cari cinta yang lain
Usah kau risaukan hatiku kan rela
Tuk melepaskanmu
Namun tak selamanya
Hanya sesaat saja
Saat kutak membuatmu bahagia
Andaikan nanti kuingin kau kembali
Telah kusiapkan hatiku memilikimu seutuhnya
Kuhanya kuminta kau mendua
Sebuah melodi tercipta yang mengairahakan hidup dan penghidupan
Yang menjadikan kenangan terindah terbayang dan menciptakan keindahannya
Dan ini semua terjadi tanpa tersadari olehku olehnya
Semua demi Bintang di Hatiku
Pahamilah…..
Aku mungkin kini tlah berubah
menjadi sperti yang kau inginkan
karna kutahu kau mengharapkan
Kesetiaan…..
Yang sekian lama terabaikan
Diriku tlah membuat kecewa kan hatimu
Dan kaupun terluka
Maafkanlah aku semua salahku
Telah menduakan cintamu
Kini kusadari kau sungguh berarti
Disetiap langkahku karna kau Bintang Hatiku
Mengertilah…..
Keadaan ini sewajarnya
Tak harus buat kita terpisah
Kan menjadi lembaran kenangan
Sepatutnya….
Kuawali semua ini dengan
Menyerahkan hatiku abikat
Tuk menebus sebuah kesalahan
Maafkanlah aku semua salahku
Telah menduakan cintamu
Kini kusadari kau sungguh berarti
Disetiap langkahku karna kau Bintang Hatiku
Terbukalah hatimu Untuk menerimaku
mengharapkan dan tak hentinya kumemohon
Maafkanlah aku semua salahku
Telah menduakan cintamu
Kini kusadari kau sungguh berarti
Disetiap langkahku karna kau Bintang Hatiku
Semua tercipta terlantun indah oleh merpati Band…., iya ini semua tentang Bintang Hatiku
Indahnya Hubungan Tanpa Status
Tak kupingkiri memang beginilah aku apa adanya
Hubungan ini terlalu indah untukku….
Ternyata harus kuakui
Berat menjalani cinta tak pasti
Membagi ikatan yang kurasa
Rela terjalin tanpa status semata
Lelah kian menghimpit hati
Tak semestinya menggoreskan perih
Sekian lama aku bertahan
Salahkah aku bila menuntut kepastianmu?
Sepatutnya aku sadari
Tak mungkin aku memilikimu
Karena sesungguhnya ikatan yang telah kita spakati
Tuk Membuat hatiku yang terluka
Semakin kutak kuasa untuk mengakhirinya
Tak berartikah semua ini
Kumemberi yang terbaik untukmu
Meski terkadang kubertanya
Dalam hatimu pernahkah kau merasa bahagia?
Sekiranya kutakan bisa
Berikan kepastian untukmu
Biar keadaan ini berjalan seperti adanya
Tuk memaksa hatimu tak berdaya
Menjalani Hubungan Tanpa Status Semata
Terbuang waktu yang bergulir diantara kita
Mungkinkan terluluhkan hati oleh ketulusan cintamu
Dan meyakiniku…….
Sepatutnya aku sadari
Tak mungkin aku memilikimu
Karena sesungguhnya ikatan yang telah kita spakati
Tuk Membuat hatiku yang terluka
Semakin kutak kuasa untuk mengakhirinya
Sekiranya kutakan bisa
Berikan kepastian untukmu
Biar keadaan ini berjalan seperti adanya
Tuk memaksa hatimu tak berdaya
Menjalani Hubungan Tanpa Status Semata
Takkan pernah menyesal menjalani hubungan tanpa status denganmu
Sesungguhnyapun merpati band tetaplah menjadi inspirasiku…….
Ku Minta Kau Mendua
Sebuah karya yang membuat hatiku terbuka bahwasanya cinta bukan sekadar memilki, namun tak lebih berbagi meski menyakitkan bagi kita.
Hatiku yang merasakan kejenuhan ini
Saat kutak mampu tuk membuatmu bahagia
Pikir ku yang tak wajar mengharapkan dirimu
Berbagi cinta dengan yang lain
Tak mengapa mungkin hatikan terima
Bukanya ku tak lagi mencintai dirimu
Hanya saja yang kurasa begini adanya
Sekian lama kau bertahan meski kuabaikan
Biar kau cari cinta yang lain
Usah kau risaukan hatikukan rela
Tuk melepaskanmu
Namun tak selamanya
Hanya sesaat saja
Saat kutak membuatmu bahagia
Andaikan nanti kuingin kau kembali
Telah kusiapkan hatiku memilikimu seutuhnya
Kuhanya kuminta kau mendua
Bukanyaku tak lagi mencintai dirimu
Hanya saja yang kurasa begini adanya
Sekian lama kau bertahan meski kuabaikan
Biar kau cari cinta yang lain
Usah kau risaukan hatiku kan rela
Tuk melepaskanmu
Namun tak selamanya
Hanya sesaat saja
Saat kutak membuatmu bahagia
Andaikan nanti kuingin kau kembali
Telah kusiapkan hatiku memilikimu seutuhnya
Kuhanya kuminta kau mendua
Subscribe to:
Posts (Atom)


