19 May 2010

Damai..!

Tapak selangkah menyeret hampa
Bagikan nuansa liar di ujung pengharapan
Beriak berkejaran susuri tepi jaman
Menggugat peranan yang kian memudar

Damai bersama kau sesaat ada di bagian kalbuku
Bersenggama dengan ketidakpastian
Berharap harapan semu dan absurb
Menoreh kepiluan yang tak kunjung mereda

Damai bersama angin lenggangkan penghidupanku
Beriringan mengikuti kehendak penciumanku
Merasakan getir ketidakpuasanku
Padamu ia menghembuskan pilu

Damai Bersanding angin
Membawaku ke dalam lautan cinta
Merebak harum kuncup bunga
dan tiada bisa membuatnya terlupa

Damai dan Angin membawaku kembali pada realita

Samarinda, 19 Mei 2010

~UQ~

22 March 2010

Apatis - Kerumitanku

Pada saatnya aku kan mengerti bahwasanya semua akan menjadi jalan cerita yang tidak rumit dalam hidupku. Aku menginginkan kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagiku dan orang lain yang senantiasa setia padaku, pada kehidupanku saat ini. Aku mencoba berlari namun langkah selalu terhambat oleh kepentingan-kepentingan yang selalu merongrong hingga pembuluh darahku, menyumbat segala aliran-alran kenestapaan dan ketidakpastian di dalam hidupku. Bahwa aku mencoba benahi apa dan bagaimana langkah yang semestinya akan aku lalui, di situlah halangan rintangan dan kendala menjadi bekal sehari-hariku yang tiada henti selalu mencoba meruntuhkan segala harapan yang aku telah impikan jauh sebelum aku nikmati ruh ini.
Dan kemudian aliran ini begitu kuat untuk kumenentangnya , terlalu hebat untukku membuatnya terdiam dan terlalu bahaya membuatku terkapar tak berdaya dalam lautan noktah yang selalu menghiasi mimpi malam dingin yang membekukan otakku. Kuraskan jemari mengeras menggenggamkan serta menciutkan hati dan jantungku memasuki dan meremukan tulang belulang tepat dalam urat yang menghubungkanku pada dunia dan khayalan, kematian ini begitu dekat sehingga aku merasakan semua jauh lebih dalam dan tak terkira sebagaimana gambaran tangan itu kepada hatiku.
Bilah-bilah nipah telah menggoreskan suatu ayat kematian di tubuhku yang ringkih ini, membuatku ternoda hingga lalatpun dapat pasti mengerti siapa aku sebenarnya, dan bagaimana aku sebenarnya. Apakah menjadi rahasia selama ini aku pendam menjadikanku tak mengerti apakah aku harus membongkarnya ataukah kubiarkan saja ini mengalir hingga air liur ini telah habis tercium hembusan angin terbasuh oleh embun membasahi jiwa ragaku ini demi menyejukan langkah tiap langkah dalam tahta tak tertahtahkan dalam dogma kekuasaan yang Maha sempurna.
Uban putih memenuhi ruang jagad raya ilmu yang menganggungkan kuasaMU yang sempurna, tanpa sedikitpun lengah dari peradaban yang begitu cepat berubah, biarlah kutemui sisa-sisa ronggokan daging membusuk di sudut jalan yang sering aku lalu ketika tubuhku membungkuk menahan baban noda yang kuperbuat dalam kefanaan ini, menyeret kaki sebelah yang tak tahan menjadi rebutan kekuasaan sang lalat menjadikan santapan segar yang mengenyangkan sekaligus meringankanku akan beban ini.
Segala kerumitan yang aku rasakan di segelumit asa dalam kehidupan menjadikanku menuai sikap tak peduli dengan siapa aku berhadapan dengan apa aku menghadap, semua tak lebih hanya bayanganku sendiri yang menyaksikanku begitu sakit dan merintih menanti ajal yang sebentar lagi singgah padaku.
Nyanyian kerinduan adalah kosong…, menjadikan semua isi adalah hakikat diriku yang selalu menguatkan bahwa aku adalah hidup, aku adalah jiwa yang sangat merindukan semua menjadi sesuatu yang begitu sempurna.
Sang pujangga telah temui arti kerumitan dalam keapatisanya terhadap dunia. Menjadikan jiwanya menyerah pada kuasa yang tak bisa menjadikannya berkuasa atas kekuasaan abadi yang menguasai.
~UQ~

02 February 2010

My Nephew

Wavy Photo Effects


LUCU YA....

Quinsha Almira Allyndra
putri dari Luky Chandra Purnomo dan
Woly Agustini

14 January 2010

SEBUAH NEGERI DONGENG Part 2

Part 2 PERJUANGAN 




Mimbar mimbar pagi yang terlarang sering kuikuti mendengarkan keluhan dan penggalangan kekuatan tertutup mencari strategi terbaik untuk memberontak, ku hanya mendengar dan terdiam, dalam hati ingin sekali mengingatkan mereka bahwa selama belum ada pijakan yang jelas dan menjanjikan, jangan pernah melompat sungai meski lebarnya hanya satu lengan.., penggalangan kekuatan seperti ini hanya kupikir membuang tenaga, namun jika ini berawal untuk menyatukan misi mungkin ini adalah cara yang terbaik.

Karena wakil penguasa tertunduk lesu menikmati warta yang entah dia mengerti atau tidak, selepasnya akan pulas dalam pelukan lonte paras cantik dalam angannya..., mendekam ia sepanjang hari dalam sekat sekat kenikmatan yang entah apakah disana juga menyediakan kenikmatan yang sesekali tidak pernah kami melihatnya, ingin aku membuka kedok permainan penjilat yang hidupnya hanya menyampaikan apa yang ia tidak sukai meski itu bukan karena budak budaknya… apa yang kuharapkan adalah mahal harga yang kutebus demi berjuang sama seperti kawan kawanku lainnya, namun ini dengan caraku, sesekali ia akan merasakan pembalasanku yang teramat pedih, meski kumasih samar merasakan tusukannya di punggungku kala itu.

Perjuangan ini tak berhenti dalam mimbar mimbar pagi yang menurutnya menyesatkan jiwa.., perjuangan ini kita rangkai bab demi bab, halaman demi halaman hingga terbentuk dalam satu kitab panduan jika ada budak yang terdampar di negeri dongeng ini.

Dengan keteguhan hati yang telah siap untuk menemui satu keinginan berontak, maka tidak sesekali hal itu dapat mengampuni perilaku yang diperbuat olehnya. Perjuangan ini baru akan dimulai dikala sang penguasa lengah dengan usia dan kemunduran mengingat sebuah angka, dan hanya dengan amarah serta keweangan ia bisa bertahan diterpa gelombang ketidakpuasan kami. Biduk biduk sarat muatan berkeliaran tepat di mata kami, yang hanya bisa menyaksikan batapa besar negeri ini teraniaya oleh para penguasa yang serakah akan kekuasaan dan tabiat yang tak bisa lepas jika sebuah keuntungan berpihak padanya. 

Andai semua bisa kita juga menikmatinya, mungkin akan jauh lebih berarti dan bermakna.Mentari beranjak menua di ujung hariku, mimbar pagi yang selalu kuikuti tak lagi menggelar jajanan harapan dan keinginan yang terparti dalam relung jiwa mereka, ada apa ini? Kutelusuri nyatanya bukan tiada berada mimbar-mimbar terlarang itu di sudut bangunan reot yang rubuh jika tertepa gelombang air pasang , mimbar ini telah menemukan tempat yang terbaik di hatinya, adanya tepat di mana aku berpijak dan berusaha sampai mentari enggan menyapaku lagi.

Hem… lagi lagi hanya wacana dan keluhan yang terdengar dari mimbar terlarang mereka, kucoba memasuki dan mendoktrin bahwasannya kekuatan sesungguhnya adalah pada diri kita sendiri bukan dengan keluhan yang kan semakin melemahkan kita. Mereka yang mula menganggapku anak kemarin sore mendengarku dengan seksama…, “apa yang pantas kau berikan pada kami hai manusia kemaren sore?” tanya mereka, aku menjawab tidaklah kalian datang terpisah-pisah dan disatukan dalam mimbar ini? Hendaknya kalian menyadari sesungguhnya kita adalah ujung tombak mereka yang terpulas di singgasananya yang megah, bukannya kita datang untuk melayani dan memberikan pundi berharga buat mereka? 

Apakah kalian tersia-siakan takala apa yang kalian terima tidak memuaskan kalian?, jika ya maka berbuatlah sebaliknya agar semua penguasa negeri dongen ini mengerti bahwa kita juga bisa menggulingkan mereka, dengan membuat semua menjadi absurb, mambuat kebococran-kebocoran muara-muara yang alirannya tiada berhenti.

Apakah kalian menyadari akan kemampuan kalian , yang mungkin bisa membahayakan kedudukan mereka, kita hanya perlu perjuangan , niat dan tindakan, apakah kalian siap untuk akibat yang ditimbulkan atas perjuangan kalian itu, jika ya aku akan menjadi yang terdepan memimpin kalian, kita tunjukan siapa yang sebenarnya penguasa,perjuangan kita mulai.

To be Continued Part 3 Pengkhianatan

SEBUAH NEGERI DONGENG Part 1


Part 1 Mulanya….
Terdampar aku di sebuah negeri penuh harapan dan keinginan, mula bertemupun tak disengaja dari sebuah jalinan persekutuan yang tak lepas dari pundi-pundi harta demi sebuah tujuan.

Berpeluh mendapatkan suatu karya nyata dalam sebuah induk yang bergerak dalam merusak alam yang kian terpuruk oleh tangan-tangan jahil manusia yang sengaja mengacaukan keseimbangan alam yang telah tertata rapi dan selaras. 


Harta yang dihasilkan dari kegiatan itu melebihi jumlah jari jemari yang melekat pada tanganku… hem begitu rakusnya hasrat insan ini bathinku.Tiga windu kuarungi samudera kenikmatan di bumi hijauku bergelut dengan kecanggihan otak menerjemahkan perilaku manusia dalam negeri ini, apa yang kudapat memanglah berlebih dibandingkan ku ketika arungi sungai kecil yang deras dengan aliran aliran harta yang entah bermuara kemana…


Bersyukurlah aku temuai sungai besar di negeri dongeng ini yang menyimpan sejuta harapan dan keinginan demi terlahirnya kembali hasrat memiliki pundi berlebih, namun seiring dengan berjalannya waktu dan hari sepertinya aku hanya berjalan tak lebih satu depa dari aku berpijak…, untuk waktu selama itukah aku hanya melangkah sedepa? bagaimana dengan budak-budak lainnya yang melebihi orbitku di negeri ini? adakalanya suaraku dan mereka tersumbat oleh lembaran-lembaran yang akan habis untuk melonte.. 


Harapan yang dulu pernah aku sampaikan pada dunia langit seakan terpupus oleh keserakahan penguasa firaun modern pemburu benda mulia yang sama sekali tak pernah menyentuh hati perasaanku dan mereka. Entah sampai kapan aku bergelut dengan dilema ketidakpastian ini, pernah aku berlari sejauh aku mampu, namun aku hanya bisa berpeluh tanpa bergerak sedikitpun lantaran kaki terjerat oleh perjanjian syaitan yang bisa meruntuhkan dinasti kejayaan yang telah terintis dari mula. 


Memasuki negeri dongeng tersuguhkan keindahan dan kehebatan sebuah kekuasaan yang berbalut kepalsuan dan kenistaan orang orang munafik, sampai aku menemukan hati yang samapun merasakan hal demikian. Mereka mengajaku menikmati dunia lain yang lebih nyata dari negeri dongeng ini. 
Kucoba mengikuti arus yang ada ya semua terpaku hanya pada satu pesan, jangan melangkah jika kau tak punya pijakan, manfaatkan semua demi kamu meski kau tau itu tak baik untukmu. Mengingat pesan leluhurku akan semua itu untuk memikirkan entah untuk yang keberapa kalinya…Aku manfaatin aliran peluhku untuk menambah sinar sinar yang mencerahkan pikiran dan perjuanganku mendapatkan kepastian dalam mengejar apa yang jadi keinginanku lama yang tertunda hanya karena harta.


Enam bulan pertama yang sarat dengan ketidakpastian hati apakah kusanggup hadapi ini semua dalam tigapuluh bulan kedepan.. huhh nyatanya aku harus paksakan semua, meski penjajahan belum dan tak pernah berhenti mendoktrin bahwa kamu tak bisa apa-apa tanpaku…
Kusempurnakan ilmuku berharap dengan itu semua aku kan dapatkan yang terbaik, keluhan yang sering terdengar dari mimbar-mimbar terlarang yang kuikuti tak menciutkan hatiku untuk merongrong dari dalam negeri dongeng ini. Pernah aku mendengar budak yang terangkat martabat karena keloyalitasannya dan kemampuan dalam semua hal, menjadi bumerang bagi dia sendiri lantaran sang penguasa menguasai semua yang ada dalam hidupnya, seakan matipun penguasa yang menentukan. 


Prihatin atas ketidakadilan yang menimpa kawan seperjuanganku , hati bergolak memberontak melawan kezaliman ini, namun sekali lagi semua tertahan oleh dogma yang entah sampai kapan masa itu berakhir di negeri dongeng ini, hati kecilku ingin sekali melawan, meski tenaga ku tak mampu melawan pasukan pasukan penguasa negeri dongeng ini yang semua bermuka dua dan penjilat.., tiap sudut bicara dan tingkah laku yang pernah aku sampaikan terang terangan, manjadi bola panas yang aku telan mentah mentah, bertambah juga mandor yang mengawasiku yang hanya punya satu pemikiran agar aman dirinya sendiri dia tega mengorbankan budak budak yang dikuasainya. 


Kupernah terlena olehnya karena penampilan yang Don Juan yang membuatku ingin mendapatkan lebih jika ada dukungannya, namun apa nyana yang kudapat, hanya tikaman belakang yang susah untuk kumencabutnya, malu atas prilakuku yang tak pernah aku lakukan, hanya bermodal mulut singa yang kelaparan haus pujaan, dia rela menikamku meski kutahu dialah orang kanan penguasa negeri dongeng. 
Dilema ini membuatku mengerti arti harta kekuasaan dan intrik yang semua berujung pada kemunafikan. Mengapa aku tak berlari saja? Seperti apa kemampuanku berlari, aku bukan pengecut yang dengan meninggalkan semua masalah, tidak!!, aku akan berjuang menggrogoti dari dalam menggalang kekuatan untuk menyelamatkan peradaban ini. Aku yakin penindasan ini bisa berakhir indah jika orang orang bermuka dua enyah dari komunitas, karena duri itu menancap meski kita hanya merasakan seperti tertusuk binatang terbang malam. To Be continued…. Part 2 Perjuangan….

17 September 2008

Jika kesempatan itu ada

Tak banyak kata-kata terindah yang terucap dariku

Aku hanya ingin mengungkapkannya sekali saja

Bahwa aku tak bisa….

Bahwa cintamu itu bukan untukku

Bahwa aku takan bisa pantas untukkmu

Bahwa aku hanya bisa mengaggumimu tanpa memilikimu

Kusadari memang bukan mudah untukku mengungkapkannya

Aku hanya bisa mengaggumimu dik….

Dan kesempatan itu ada namun jika sebaliknya apakah bisa?

Kuharap engkau mengerti…

Kuharap engkau pahami…

Jika kesempatan itu ada..

Samarinda,17 September 2008

27 August 2008

Semua Tentang……,,

Bintang Hatiku

Sebuah melodi tercipta yang mengairahakan hidup dan penghidupan
Yang menjadikan kenangan terindah terbayang dan menciptakan keindahannya

Dan ini semua terjadi tanpa tersadari olehku olehnya

Semua demi Bintang di Hatiku


Pahamilah…..

Aku mungkin kini tlah berubah

menjadi sperti yang kau inginkan

karna kutahu kau mengharapkan


Kesetiaan…..

Yang sekian lama terabaikan

Diriku tlah membuat kecewa kan hatimu

Dan kaupun terluka


Maafkanlah aku semua salahku

Telah menduakan cintamu

Kini kusadari kau sungguh berarti

Disetiap langkahku karna kau Bintang Hatiku



Mengertilah…..

Keadaan ini sewajarnya

Tak harus buat kita terpisah

Kan menjadi lembaran kenangan


Sepatutnya….

Kuawali semua ini dengan

Menyerahkan hatiku abikat

Tuk menebus sebuah kesalahan


Maafkanlah aku semua salahku

Telah menduakan cintamu

Kini kusadari kau sungguh berarti

Disetiap langkahku karna kau Bintang Hatiku


Terbukalah hatimu Untuk menerimaku

mengharapkan dan tak hentinya kumemohon


Maafkanlah aku semua salahku

Telah menduakan cintamu

Kini kusadari kau sungguh berarti

Disetiap langkahku karna kau Bintang Hatiku


Semua tercipta terlantun indah oleh merpati Band…., iya ini semua tentang Bintang Hatiku





Indahnya Hubungan Tanpa Status

Tak kupingkiri memang beginilah aku apa adanya

Hubungan ini terlalu indah untukku….

Ternyata harus kuakui

Berat menjalani cinta tak pasti

Membagi ikatan yang kurasa

Rela terjalin tanpa status semata



Lelah kian menghimpit hati

Tak semestinya menggoreskan perih

Sekian lama aku bertahan

Salahkah aku bila menuntut kepastianmu?



Sepatutnya aku sadari

Tak mungkin aku memilikimu

Karena sesungguhnya ikatan yang telah kita spakati

Tuk Membuat hatiku yang terluka

Semakin kutak kuasa untuk mengakhirinya



Tak berartikah semua ini

Kumemberi yang terbaik untukmu

Meski terkadang kubertanya

Dalam hatimu pernahkah kau merasa bahagia?



Sekiranya kutakan bisa

Berikan kepastian untukmu

Biar keadaan ini berjalan seperti adanya

Tuk memaksa hatimu tak berdaya

Menjalani Hubungan Tanpa Status Semata



Terbuang waktu yang bergulir diantara kita

Mungkinkan terluluhkan hati oleh ketulusan cintamu

Dan meyakiniku…….



Sepatutnya aku sadari

Tak mungkin aku memilikimu

Karena sesungguhnya ikatan yang telah kita spakati

Tuk Membuat hatiku yang terluka

Semakin kutak kuasa untuk mengakhirinya



Sekiranya kutakan bisa

Berikan kepastian untukmu

Biar keadaan ini berjalan seperti adanya

Tuk memaksa hatimu tak berdaya

Menjalani Hubungan Tanpa Status Semata

Takkan pernah menyesal menjalani hubungan tanpa status denganmu



Sesungguhnyapun merpati band tetaplah menjadi inspirasiku…….



Ku Minta Kau Mendua


Sebuah karya yang membuat hatiku terbuka bahwasanya cinta bukan sekadar memilki, namun tak lebih berbagi meski menyakitkan bagi kita.


Hatiku yang merasakan kejenuhan ini

Saat kutak mampu tuk membuatmu bahagia

Pikir ku yang tak wajar mengharapkan dirimu

Berbagi cinta dengan yang lain

Tak mengapa mungkin hatikan terima


Bukanya ku tak lagi mencintai dirimu

Hanya saja yang kurasa begini adanya

Sekian lama kau bertahan meski kuabaikan

Biar kau cari cinta yang lain

Usah kau risaukan hatikukan rela


Tuk melepaskanmu

Namun tak selamanya

Hanya sesaat saja

Saat kutak membuatmu bahagia

Andaikan nanti kuingin kau kembali

Telah kusiapkan hatiku memilikimu seutuhnya

Kuhanya kuminta kau mendua


Bukanyaku tak lagi mencintai dirimu

Hanya saja yang kurasa begini adanya

Sekian lama kau bertahan meski kuabaikan

Biar kau cari cinta yang lain

Usah kau risaukan hatiku kan rela


Tuk melepaskanmu

Namun tak selamanya

Hanya sesaat saja

Saat kutak membuatmu bahagia

Andaikan nanti kuingin kau kembali

Telah kusiapkan hatiku memilikimu seutuhnya

Kuhanya kuminta kau mendua

14 August 2008

Excited day

12 Agustus 2008

Malam bergulir di angkuhnya waktu

Entah gerangan yang terlintas dihatiku untuk menanyakan sesuatu padanya

Kupikir aku hanya bermimpi mendapatkan asa yang tak mungkin kudapat

Namun malam ini beda, tak seperti malam yang jenuh kulalui

Terucap rasa yang entah siapa yang menggetarkannya

Terbalas olehnya jawaban yang begitu mencairkan kebekuan hatiku selama ini

Catatan terbaikku menjadikan kehampaan terisi dengan kebahagiaan

Kehadiran seseorang yang tak terduga menjadikan asaku membumbung tinggi

Tanpa rencana, tanpa persiapan

Semua terjadi begitu saja, semua mengalir apa adanya

Apakah ini semua adalah jawaban yang selama ini kunanti

Apakah ini Cinta yang dijanjikanNya padaku

Aku menjalin asa bersama indahnya kebersamaan baru

Terima kasih ENGKAU masih berikan cinta di hatiku

AKU BAHAGIA….. AKU BAHAGIA….



Samarinda, 14 Agustus 2008

UQ

13 August 2008

FINNALY

Akhirnya ku menemukanmu

Bukan hanya sebuah judul belaka, ini nyata apa adanya

Kukira aku bermimpi…., namun nyatanya tidak

Akhirnya kumenemukanmu

Bukan hanya sebuah nyanyian belaka, ini terjadi padaku

Kuanggap ini sebuah jawaban penantian panjangku


 

Samarinda, 12 Agustus 2008

UQ

06 August 2008

RETORIKA

Kupikir Engkau telah melupakanku…

Sesaat ketika kuucapkan kata Cinta padamu.

Kukira Engkau juga tidak memahami maksud hatiku

Saat aku meminangmu waktu itu

Kurasa Engkaupun mengerti semua ini

Lantaran kuingin Engkau menjadi halal bagiku

Untuk apa semua ini jika Engkau tiada katapun?


 

Samarinda, 06 Agustus 2008

statistik